Ujiannya meliputi:
- Menghafal Al-qur'an dan menerjemahkan kedalam bahasa ibu
- Menerangkan topik ayat Al-qur'an
- Bercakap-cakap dengan menggunakan ayat-ayat Al-qur'an, dan
- Menerangkan makna Al-qur'an dengan metode isyarat tangan.
Setelah ujian selesai nilai hasil ujian yang diraihnya adalah 93
Menurut standar yang ditetapkan Hijaz College Islamic University, Inggris, peraih nilai:
¤ 60-70 diberi sertificat Diploma,
¤ 70-80 Sarjana kehormatan,
¤ 80-90 Magister Kehormatan,
¤ Diatas 90 Doktor Kehormatan (Honoris causa)
Tepat tanggal 19 Februari 1998, lelaki cilik itupun menerima ijasah Doktor Honoris Causa dalam bidang "Science of the Retention of The Holy Quran".
Kedua orang tua Husein ternyata sewaktu menikah pada usia yg sama yaitu pada usia 17 tahun sudah berkeinginan/bertekad untuk menghafal Al-qur'an. Tekadnya akhirnya tercapai 6 tahun kemudian, dalam prosesnya keduanya membentuk kelompok khusus penhafal Al-qur'an. Husein pun sejak kecil selalu dijak ibunya untuk menghadiri kelas-kelas Al-qur'an. Meskipun di kelas itu Husein sudah menghafal juz 30 (juz 'amma) secara otodidak. Melihat bakat istimewa Husein, ayahnya pun secara serius mengajarkan hafalan Al-qur'an juz 29.
Selama masa hamil dan menyusui, ibunda Husein dalam sehari membaca minimal 1 Juz Al-qur'an. Jadi, sejak dini bahkan saat masih di dalam kandungan Husein sudah menerima pelajaran Al-qur'an dari ibundanya. Ayahanda Husein juga membuat metode pengajaran Al-qur'an yang lebih mudah kepada si Husein kecil dengan metode isyarat tangan dan metode permainan, seperti menunjukkan jari keatas saat ada ayat yang menyebutkan tentang Allah.
